| Foto: Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur |
Tampilkan postingan dengan label kelautan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelautan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 Mei 2015
KRI Bung Tomo Sukses Luncurkan Rudal Exocet di Laut Jawa
Kamis, 28 Mei 2015
Apa Kabar Kapal 'Tol Laut' Lampung-Surabaya?
Jakarta -Sudah 3 pekan, Kapal 'Tol Laut' yang melayani angkutan truk barang Lampung-Surabaya telah beroperasi. Bagaimana kabar kapal besar yang disebut-sebut sebagai kapal 'tol laut.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Harry Boediarto menerangkan kapal tersebut berhasil untuk rute Lampung-Surabaya.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Harry Boediarto menerangkan kapal tersebut berhasil untuk rute Lampung-Surabaya.
Rabu, 27 Mei 2015
Pemerintah Dorong Pebisnis Tuna Sertifikasi MSC
REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong dunia usaha bidang perikanan, khususnya tuna untuk mendapatkan sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC). Hal ini didorong desakan konsumen dunia tentang kelestarian sumber daya ikan yang memaksa mayoritas retailer besar di Amerika dan Eropa berkomitmen hanya membeli produk perikanan tuna yang disertifikasi MSC.
Inilah Temuan Awal Satgas Illegal Fishing di Sektor Kelautan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membentuk Tim Satgas Anti Ilegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing pada akhir 2014, dengan salah satu tugas melakukan evaluasi dan audit kepatuhan terhadap seluruh kapal perikanan di atas 30 gross tonnage (GT) yang beroperasi di perairan Indonesia.
Alasan Menteri Susi Gaet Faisal Basri
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan alasan mengapa dirinya memilih Mantan Kepala Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) Faisal Basri untuk bergabung dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai Tim Anti-Mafia Kelautan dan Perikanan.
Senin, 30 Juni 2014
RI-FIJI PERKUAT KERJASAMA KELAUTAN DAN PERIKANAN
Label:
berita,
Fiji,
Indonesia,
kelautan,
Kementerian Kelautan dan Perikanan,
KKP,
Pemerintah,
Perikanan
Rabu, 25 Juni 2014
Negara Kepulauan Harus Menjadi Pola Dasar Pembangunan Pemerintah Mendatang
Presiden
sebagai pemimpin tertinggi lembaga eksekutif dan kepala negara memiliki
peran utama menghasilkan kebijakan dalam gerak-majunya pembangunan.
Bertolak dari fungsi dan peranan Presiden, maka sudah sepatutnya jika
bangsa Indonesia dan pemangku kepentingan di bidang kelautan menghendaki
para Calon Presiden yang akan maju dalam pemilihan presiden tanggal 9
Juli 2014 nanti memiliki kemampuan dan pemahaman yang baik terhadap
bidang kelautan di Negara Kepulauan. Kebijakan pembangunan Indonesia ke
depan perlu memperhatikan dua hal penting, yaitu Pola Dasar dan Modal
Dasar Pembangunan.
Rabu, 11 Juni 2014
Kasal luncurkan dua buku tentang kedaulatan laut Indonesia
![]() |
| foto: yp |
Merdeka.com - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) TNI Laksamana Marsetio hari ini meluncurkan dua buku hasil karyanya berjudul 'Sea Power Indonesia' dan 'Paradigma Baru TNI AL Kelas Dunia' di Auditorium Yos Sudarso, Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan. Kedua buku itu diluncurkan guna menjadi referensi dalam pertahanan kedaulatan laut di Indonesia.
CTI-CFF serukan kembali perlindungan Segitiga Karang
Jakarta (ANTARA News) - Prakarsa Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) menyerukan kembali pentingnya perlindungan terhadap Segitiga Karang yang menjadi pusat kehidupan hayati laut paling kaya di dunia.
Label:
berita,
CTI-CFF,
kelautan,
Segitiga Karang
Selasa, 10 Juni 2014
KKP DORONG PERAN SERTA NELAYAN KEMBANGKAN SEKTOR KP
Nelayan merupakan salah satu potensi sumberdaya yang sangat penting bagi Indonesia sebagai negara maritim dengan 2/3 luasan lautan. Nelayan menjadi pelaku utama dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan terutama dalam menyediakan bahan pangan bergizi bagi masyarakat, menyediakan bahan baku untuk kegiatan usaha di sektor hilir dan turut serta dalam menjaga dan menegakkan kedaulatan bangsa di laut.
Rabu, 11 Juli 2012
Potensi Ekonomi Kelautan Mampu Menyejahterakan Rakyat Indonesia
Potensi Ekonomi Kelautan Mampu Menyejahterakan Rakyat Indonesia
Oleh: Dr. Dedy Heryadi Sutisna, M.S*)
Setelah lebih dari tiga dasawarsa membangun secara terencana, ekonomi di bidang kelautan (ekonomi kelautan) masih diposisikan sebagai sektor pinggiran (peripheral sector) serta tidak menjadi arus utama dalam kebijakan pembangunan nasional. Jika melihat kontribusi setiap sektor terhadap PDB nasional yang pertumbuhannya relatif lambat, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi ekonomi kelautan masih memperihatinkan.
Langganan:
Postingan (Atom)




